Sunday, February 14, 2016

Tipe Letusan Gunung Api



                Menurut tipe letusannya, gunung api dapat dibedakan sebagai berikut.

Tipe Hawaii

                Tipe ini mempunyai ciri, yaitu lava cair yang mengalir keluar (letusan air mancur). Contohnya gunung Mauna Loa di kepulauan Hawaii.

Tipe Stromboli

                Tipe stromboli mempunyai ciri-ciri yaitu seringnya terjadi letusan-letusan kecil yang tidak begitu kuat, namun terus-menerus, dan banyak mengeluarkan efflata. Contohnya Gunung Vesuvius di Italia, Gunung Raung di Jawa, dan Gunung Batur di Bali.

Tipe Vulkano

                Tipe vulkano mempunyai ciri-ciri, yaitu cairan magma yang kental dan dapur magma yang bervariasi dari yang dangkal sampai dalam, sehingga memiliki tekanan yang sedang sampai tinggi. Tipe ini merupakan tipe letusan gunung api pada umumnya. Contoh gunung Semeru di Jawa Timur.

Tipe Perret

                Tipe perret termasuk tipe yang sangat merusak karena ledakannya sangat dahsyat. Ciri utama tipe ini ialah letusan tiangan, gas yang sangat tinggi, dan dihiasi oleh awan yang menyerupai bunga kol pada ujungnya. Contohnya letusan Krakatau pada tahun 1883 merupakan tipe perret yang letusannya paling kuat dengan fase gas setinggi 50 km. Karena letusannya sangat hebat, menyebabkan puncak gunung menjaadi tenggelam dan merosotnya dinding kawah kemudian mebentuk sebuah kaldera.

Tipe Merapi

                Lava kental yang mengalir keluar perlahan-lahan dan membentuk sumbat kawah adalah ciri-ciri tipe merapi. Karena tekanan gas dari dalam semakin kuat, maka kawah-kawah tersebut terangkat dan bagian luarnya pecah-pecah disertai awan panas yang membahayakan penduduk.

Tipe St.Vincent

                Tipe letusan ini merupakan tipe letusan dengan lava yang kental, tekanan gas sedang dan dapur magma yang dangkal. Contohnya gunung Kelud dan St.Vincent.

Tipe Pelle

                Tipe letusan yang dicirikan dengan lava yang kental, tekanan gas yang tinggi, dan dapur magma yang dalam. Contohnya gunung Montagne Pelee di Amerika Tengah.
Share:

Gejala Pravulkanik



Gejala pravulkanik atau ciri-ciri gunung akan meletus antara lain sebagai berikut.

  1. Temperatur di area sekitar kawah mengalami peningkatan
  2. Banyak sumber-sumber air atau mata air yang mulai mengering
  3. Sering terjadi (terasa) adanya gempa
  4. Banyak binatang-binatang dari puncak gunung yang turun ke daerah kaki gunung
  5. Adanya suara gemuruh dari dalam gunung dan hujan abu
Share:

Thursday, February 4, 2016

Litosfer



Pengertian Litosfer

Litosfer merupakan lapisan kulit, berasal dari kata litos yang berarti batu dan sfeer atau sphaira yang berarti bulatan, sehingga litosfer dapat dikatakan sebagai lapisan batuan atau kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang bulat. Inti dalam mempunyai jari-jari kurang lebih 1.300 km. Kulit bumi mempunyai ketebalan yang tidak merata antara kulit bumi bagian dataran dan bagian bawah samudra, dimana kulit bumi bagian bawah benua atau dataran lebih tebal daripada kulit bumi bagian bawah samudra.

Lapisan-Lapisan Bumi

Barisfer,yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan nife (Niccolum=Nikel dan Ferum=Besi). Jari-jari ± 3.470 km dan batas luarnya ± 2.900 km di bawah permukaan bumi
Lapisan pengantara, yaitu lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal 1.700 km. Massa jenisnya rata-rata 5 gr/cm3. Lapisan pengantara yang disebut asthenosfer (mantle) merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.
Litosfer, yaitu lapisan yang terletak di atas lapisan pengantara dengan ketebalan 1.200 km. Massa jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm3.

Bagian-Bagian Litosfer

Lapisan Sial

Lapisan sial mempunyai ketebalan rata-rata ± 35 km, merupakan lapisan kulit bumi yang terbentuk dari logam silisium dan aluminium, dengan senyawa SiO2 dan Al2O3. Selain itu, lapisan ini juga mengandung jenis-jenis batuan metamorf, batuan sedimen, granit, andesit, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Karean sifatnya yang padat dan kaku,lapisan sial disebut juga lapisan kerak. Lapisan kerak ini terdiri atas 2 bagian, yaitu kerak samudra dan kerak benua.
Kerak Samudra, kerak yang berada di samudra ini adalah benda padat yang terbentuk dari endapan di dasar laut bagian atas, yang bagian bawahnya terdapat batuan-batuan vulkanik. Lapisan paling bawahnya tersusun dari batuan beku gabro dan peridotit.
Kerak Benua, merupakan benda padat yang terdiri atas batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini menempati sebagai benua.

Lapisan Sima

Lapisan sima adalah bahan yang bersifat elastis dengan ketebalan kurang 65 km. Lapisan ini tersusun oleh ogam-logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan sial mempunyai massa jenis yang lebih kecil daripada lapisan sima. Hal ini disebabkan lapisan sima mengandung besi dan magnesium, yang mengandung mineral feromagnesium dan batuan basalt.
Manfaat litosfer dalam kehidupan
Untuk kebutuhan industri seperti industri elektronika, industri rumah tangga, industri bahan bangunan, dll.
Dalam lapisan litosfer banyak terkandung berbagai mineral seperti intan, emas, perak, dll.
Terdapat unsur uranium yang dapat digunakan sebagai sumber energi dan pembuatan bahan peledak.
Dalam kegiatan pertanian juga memanfaatkan unsur pada litosfer seperti pupuk buatan berupa NPK (Nitrogen,Posfor, dan Kalium).
Share:

Monday, November 30, 2015

Bahasa Yang Digunakan Dalam Penulisan Sejarah

Berikut bahasa-bahasa yang sering dipakai dalam penulisan prasasti di Indonesia

Bahasa Sanskerta

Prasasti dengan menggunakan bahasa Sanskerta digunakan di Indonesia oleh kerajaan-kerajaan yang tumbuh pada abad ke-4 sampai abad ke-9, misalnya prasasti yang dipahatkan di tiang batu (yupa) hasil peninggalan kerajaan Kutai.

Bahasa Jawa Kuno

Prasasti dengan menggunakan bahasa Jawa Kuno digunakan pada abad ke-9, seperti pada Prasasti Kedu (907 M) atau prasasti Mantyasih (Kerajaan Mataram Kuno).

Bahasa Melayu Kuno

Prasasti yang menggunakan bahasa Melayu Kuno ditemukan di Sumatra, seperti pada prasasti Kedudukan Bukit, prasasti Talang Tuo, dan prasasti Telaga Batu hasil peninggalan kerajaan Sriwijaya.

Bahasa Bali Kuno

Prasasti yang menggunakan bahasa Bali Kuno ditemukan pada peninggalan kerajaan-kerajaan di Bali. Prasasti yang menggunakan bahasa Bali Kuno seperti prasasti Julah dan prasasti Ugrasena.
Share:

Sunday, November 29, 2015

Tujuan Negara Menurut Beberapa Ahli

Roger H.Soltau

Tujuan Negara adalah memungkinkan rakyatnya berkembang serta mengembangkan daya ciptanya sebebas mungkin.

Harold J.Laski

Tujuan Negara adalah menciptakan keadaan yang baik agar rakyatnya dapat mencapai keinginan secara maksimal.

Rosseau

Tujuan Negara adalah menciptakan persamaan dan kebebasan bagi warganya.

Plato

Tujuan Negara adalah memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai mahluk individu maupun sebagai mahluk social.

Thomas Aquinas dan Agustinus

Tujuan Negara adalah untuk mencapai penghidupan dan kehidupan yang aman dan tentram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan. Pemimpin Negara adalah wakil Tuhan karena kekuasaan yang dimilikinya berasal dari Tuhan
Share:

Masalah Sosial Menurut Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto membedakan masalah-masalah sosiologi menjadi 4, yaitu sebagai berikut:
  1. Masalah sosial dari faktor ekonomis misalnya kemiskinan dan pengangguran.
  2. Masalah sosial dari faktor biologis misalnya penyakit menular.
  3. Masalah sosial dari faktor psikologis, misalnya penyakit syaraf (mental) dan bunuh diri.
  4. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, misalnya perceraian dan kenakalan remaja.
Share:

Fungsi Hukum

Fungsi hukum adalah sebagai berikut.

Hukum sebagai pelindung

Berfungsi untuk melindungi masyarakat dai ancaman bahaya dan tindakan yang datang dari sesamanya dan kelompok masyarakat, termasuk yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan yang datang dari luar yang ditujukan terhadap fisik, kesehatan, nilai-nilai, dan hak-hak asasi manusia.

Hukum sebagai keadilan

Berfungsi sebagai penjaga, pelindung, dan memberikan keadilan bagi manusia.

Hukum sebagai pembangunan

Berfungsi sebagai acuan, penentu arah tujuan dan pelaksanaan pembangunan, serta sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di segala bidang.

Adapun pendapat lain mengenai fungsi hukum menurut Soerjono Sukanto, sebagai berikut.
  1. Sebagai pengendalian sosial
  2. Memperlancar proses interaksi
  3. Menata masyarakat
Share: