Tuesday, November 10, 2015

Contoh Resensi Novel 20 & 30 an



Resensi Novel

Di Bawah Lindungan Ka'bah

Hamka

 Hamid adalah seorang pemuda yang telah ditinggal mati oleh ayahnya sejak berumur 4 tahun. Ayah Hamid mula-mula adalah seorang yang kaya raya. Oleh karena itu, ia memiliki banyak sanak saudara dan sahabat. Tetapi, setelah perniagaanya jatuh dan menjadi melarat, tidak ada lagi sanak saudara dan sahabatnya yang datang. Karena sudah tidak terpandang lagi oleh masyarakat sekitarnya. Maka pindahlah ayah Hamid beserta ibunya ke kota Padang dan membuat sebuah rumah kecil. Di tempat itulah ayah Hamid meninggal.
Ketika Hamid berumur 6 tahun, Ia meminta kepada ibunya agar dibuatkan kue-kue untuk jualan setiap pagi.
Di dekat rumah Hamid terdapat sebuah gedung besar yang berpekarangan luas. Rumah itu telah kosong karena pemiliknya adalah seorang Belanda dan telah ke negerinya. Tetapi tak lama kemudian, rumah itu dibeli oleh Haji Jakfar. Haji Jakfar adalah saudagar yang kaya raya, ia memiliki istri bernama Mak Asiah dan seorang anak perempuan yang bernama Zainab.
Suatu hari, Hamid bertemu dengan keluarga Haji Jakfar. Karena merasa kasihan melihat tetangganya yang menderita maka keluarga Haji Jakfar meminta agar Hamid dan ibunya tinggal dan bekerja di rumahnya. Hamid pun diangkat sebagai anak oleh Haji Jakfar. Hamid juga  disekolahkan ke HIS bersama Zainab, anak Haji Jakfar. Tamat Dari HIS keduanya melanjutkan ke MULO. Selama kebersamaan mereka, keduanya saling jatuh cinta. Tetapi setelah tamat dari MULO mereka harus berpisah karena menurut adat Zainab harus masuk pingitan. Sedangkan Hamid melanjutkan sekolah agama ke Padang Panjang. Di sekolah itulah Hamid mempunyai seorang teman laki-laki yang bernama Saleh.
Suatu hari, kabar mengejutkan datang. Hamid mendapat kabar bahwa ayah angkatnya, Haji Jafar meninggal dunia dan tidak lama kemudian, ibu kandungnya pun meninggal dunia. Dan sejak kematian ayah angkatnya, Hamid jarang bahkan tidak pernah menemui Zainab, hingga pada suatu petang, saat Hamid pergijalan-jalan di pesisir arau, ia bertemu dengan Mak Asiah, ibu angkatnya. Pada pertemuan itu Asiah berharap agar Hamid bisa datang kerumahnya, karena ada suatu hal penting yang ingin dibicarakannya. Pada keesokan harinya Hamid datang ke rumah Mak Asiah, dan beliau meminta tolong agar Hamid mau membujuk Zainab untuk bersedia dinikahkan dengan kemenakan Haji Jakfar.
Meskipun permintaan itu bertentangan dengan isi hatinya, dia tetap melaksanakan apa yang diminta Mak Asiah. Akan Tetapi permintaan itu ternyata ditolak oleh Zainab dengan alasan ia belum ingin menikah.Semenjak kejadian itu Hamid tidak pernah datang lagi, dia hanya mengirimkan surat kepada Zainab dan mengatakan bahwa ia akan pergi jauh mengikuti langkah kakinya berjalan. Surat Hamid itulah yang selalu mendampingi Zainab yang dalam kesepian itu.
Hamid meratau sampai ketanah suci, Mekkah. Di negeri itu ia bertemu dengan Saleh, temannya dulu. Istri Saleh ternyata adalah sahabat baik Zainab. Rosna selalu mendengarkan keluh kesah Zainab. Dari surat Rosna yang dikirim untuk suaminya, Hamid mengetahui bahwa Zainab sakit dan ia sangat mengharapkan kedatangan Hamid. Zainab sendiri mengirim surat kepada Hamid dan mengatakan bahwa hamid harus kembali, kalau tidak, mungkin akan terjadi sesuatu padanya. Dan benar saja seminggu setelah itu, Zainab menghembuskan nafas terakhirnya. Saleh yang mengetahui kabar meninggalnya Zainab dari istrinya pun tidak tega memberitahu kabar tersebut pada Hamid. Namun akhirnya atas desakan dari Hamid, Saleh memberitahukan kabar tersebut.
Setelah mendengar kabar menyedihkan itu, Hamid tetap memaksakan diri untuk berangkat ke Mina. Namun, dalam perjalanannya, dia jatuh lunglai, sehingga Saleh mengupah orang Badui untuk memapah Hamid. Setelah acara di Mina, mereka kemudian menuju Masjidil Haram. Setelah mengelilingi Ka'bah, Hamid minta diberhentikan di Kiswah. Dan kemudian Hamid pun meninggalkan dunia di hadapan Kabah, menyusul sang kekasih.

Unsur Intrinsik Novel Di Bawah Lindungan Ka'bah



Tema         : Cinta yang tak sampai
Latar
1.      Latar tempat
a.      Kota Padang (ayah Hamid beserta ibunya pindah ke kota Padang)
b.      Sebuah rumah kecil (tempat ayah Hamid meninggal dunia)
c.       Sebuah gedung besar (rumah Haji Jakfar, tempat ibu Hamid bekerja)
d.      HIS (tempat Hamid dan Zainab bersekolah)
e.      MULO (tempat Hamid dan Zainab bersekolah setelah tamat HIS)
f.        Padang Panjang (tempat Hamid bersekolah setelah tamat MULO)
g.      Pesisir arau (ketika Hamid sedang berjalan-jalan dan bertemu dengan ibu angkatnya)
h.      Tanah Suci, Mekkah (Hamid merantau sampai ke tanah suci, Mekkah)
i.        Mina (Hamid memaksakan diri berangkat ke Mina)
j.        Masjidil Haram (ketika Hamid mengelilingi Ka’bah dan tempat Hamid meninggal dunia)
k.      Kiswah (ketika Hamid mengelilingi Ka’bah dan minta berhenti)
2.      Latar waktu
a.      Setiap pagi (Hamid berjualan kue setiap pagi)
b.      Suatu petang (ketika Hamid berjalan-jalan di pesisir arau)
c.       Suatu hari (ketika Hamid bertemu dengan Haji Jakfar dan ketika Hamid mendengar kabar bahwa ayah angkatnya meninggal dunia)
d.      Keesokan harinya (Hamid datang ke rumah Mak Asiah)
3.      Latar suasana
a.      Berduka  (ketika ayah Hamid dan Zainab meninggal dunia)
b.      Senang/bahagia (Haji Jakfar mengangkat Hamid sebagai anak angkat dan menyekolahkannya)
c.       Sedih (permintaan Mak Asiah tidak sesuai dengan isi hatinya)
4.      Latar sosial
Penghasilan rendah (Hamid harus bekerja mencari uang sendiri untuk menyambung hidup dirinya dan ibunya)
Penokohan
a.      Hamid                   : baik hati, rajin membantu ibunya (Hamid minta agar dibuatkan kue-kue untuk berjualan)
b.      Ibu Hamid            : baik hati, bekerja keras, dan penuh kasih sayang (ibu Hamid merawat Hamid sejak kecil tanpa suami)
c.       Haji Jakfar            : baik hati dan dermawan (mengangkat Hamid sebagai anak angkatnya dan menyekolahkannya)
d.      Mak Asiah            : baik hati dan dermawan (mengangkat Hamid sebagai anak angkatnya dan menyekolahkannya)
e.      Zainab                   : baik hati, tidak membedakan teman (Zainab mau berteman dengan Hamid meskipun Hamid adalah anak orang miskin)
f.        Saleh                     : baik hati dan peduli terhadap perasaan orang lain (Saleh     mengetahui bahwa Zainab meninggal dunia tetapi Saleh tidak memberitahukannya kepada Hamid)
g.      Rosnah                 : baik hati dan perhatian (selalu mendengarkan keluh kesah Zainab)

Alur/Plot : Alur maju
Sudut pandang : pengarang sebagai orang ketiga
Amanat : Dalam menghadapi suatu masalah kita harus lebih bijak dalam bertindak dan  memahami perasaan orang lain, serta bersabar dan dapat menerima kenyataan walau menyakitkan.
Nilai Kehidupan
1.      Nilai moral
a.      Dermawan (Haji Jakfar mau menyekolahkan Hamid)
2.      Nilai etika
a.      Nilai Sopan (Hamid adalah seorang anak yang sopan)
3.      Nilai budaya
a.      Adat daerah setempat (menurut adat Zainab harus masuk pingitan)


Share:

0 comments:

Post a Comment